Sekolah Colegio Banting yang berada di Mexico City memberikan pendidikan berkualitas untuk semua siswa menggunakan Google Apps, Kelas, dan Chromebook

Sebelum menggunakan Google Apps, kami tak punya teknologi apa pun di sekolah untuk membantu siswa. Kami sudah mencari mulai dari [solusi lainnya], tapi ternyata Google Apps lebih mudah digunakan -- selain itu, gratis.

David Medel Macías, kepala sekolah di Colegio Banting

Tantangan

Colegio Banting menghadapi tantangan untuk mempersiapkan siswa dalam menjalani hidup -- banyak dari mereka yang tidak mampu membayar biaya pendidikan -- untuk bersaing masuk ke universitas terbaik di dunia. Sebelum menggunakan Google Apps pada tahun 2013, Colegio Banting tidak memiliki departemen atau sistem TI formal. Bahkan siswa pun tidak memiliki email, dan guru tidak dapat menjangkau mereka di luar jam sekolah. Pihak sekolah dan staf juga menggunakan alamat email pribadinya. Mereka mulai mencari alat kolaboratif dan perangkat yang mudah digunakan, berkualitas tinggi, serta terjangkau yang dapat digunakan siswa di sekolah maupun di rumah. Mereka memerlukan satu platform yang memungkinkan siswa, guru, orang tua, dan administrator mengakses informasi bersama dengan mudah. Dengan demikian, pihak sekolah dapat meningkatkan akses siswa ke pembelajaran dan membantu mengenalkan mereka dengan teknologi, walau mereka tidak memiliki akses ke komputer di rumah.

Solusi

Colegio Banting decided to go with Google Apps for Education so that it could centralize lessons, assignments and announcements in one online environment, accessible from anywhere. In 2013, administrative staff began using free Gmail accounts, then decided to roll out Google Apps for Education to all teachers and students because of how well Google’s services were already working. In 2014, Colegio Banting began using Google Classroom as a virtual class to help students, teachers and parents keep track of homework assignments and announcements in a single dashboard. Also in 2014, Colegio Banting invested in 20 Chromebooks to better arm students with the tools they need to develop real-world skills. The school plans to expand the Chromebook program with a device for every student by 2020.